Apa yang terbersit kala mendengar kata ‘Ponari‘ ???
Sudah berapa hari bahkan minggu kita mendengar kata itu di media massa baik itu TV maupun Koran, mungkin juga Radio -ga pernah denger sih-
Sebenarnya siapa sih Ponari itu? Rupanya dia hanyalah seorang anak SD yang katanya memiliki batu berkhasiat untuk mengobati penyakit. Batu itu didapat pada saat petir menyambar -atau yang menyelamatkan dia dari sambaran petir yah?- ah bukan itu persoalannya…
Kalau seandainya di Indonesia  tingkat pengetahuannya tinggi, tingkat kepercayaan terhadap tahayul rendah, biaya kesehatan untuk tingkat 1 -penyakit sederhana- tidak mahal, UUD 45 dijalankan sebaik-baiknya – masyarakat miskin di pelihara negara – tapi untuk yang benar – benar miskin -bukan pura-pura miskin seperti yang sekarang banyak terjadi- mungkin kata Ponari tidak akan sampai menjadi berita heboh.
Bila kita gunakan akal sehat : apakah mungkin dari air yang setelah dicelupkan batu tersebut memiliki kemampuan mengobati penyakit? Coba aja pikir! Kalau berpikir mengenai hal tersebut dari sudut pandang kedokteran, hmmm…. Betapa banyaknya kuman yang ada didalam air tersebut, sudah pasti tidak layak minum…
Kalau saja kita mau berpikir sedikit, buat apa ada penelitian yang menghabiskan banyak uang untuk menemukan cara-cara baru dalam mengobati penyakit, kalau ternyata dengan batu saja bisa sembuh…
Tapi tidak menutup kemungkinan ada proses yang disebut sugesti yang mendasari proses penyembuhan oleh ponari…
Kalau dilihat dari sudut pandang agama : bukankah itu hal musyrik, kalau kita percaya pada batu yang dapat mengobati penyakit…
Seharusnya kalau itu benar, tidak perlu masuk rumah sakit kan kalau sakit..
Dokter aja kalau salah bisa dihukum bila ga bener caranya…
Tapi kalau ada yang meninggal akibat pola pengobatan ala Ponari ada yang meninggal, apa tindakan hukum untuk itu…
Yah semua kembali ke Allah SWT si, kita hanya bisa berikhtiar -usaha- semaksimal mungkin…
Man can only try to do the best, but still GOD do the rest…
